Skip to content

Menambahkan Online HDD Dalam RAID Group (Studi Kasus Server HP)

Bayangkan suatu kondisi server dimana empat unit HDD yang identik kita setting dalam satu RAID group menggunakan RAID-5.

a

Gambar-1 (Ilustrasi Fisik HDD, warna Hijau mengilustrasikan Logical Volume RAID)

Salah satu HDD dari RAID group tersebut tiba-tiba mengalami kerusakan!, sistem monitoring memberitahukan bahwa ada failure diserver tersebut, tetapi anda cuek tidak menanggapinya dan malah asik mengecek email, karena anda yakin walaupun salah satu HDD mengalami kerusakan, server masih dapat berjalan dengan baik menggunakan tiga unit HDD tersisa, tetapi lamunan anda buyar tatkala bos anda segera memberitahukan bahwa server tersebut tidak bisa diakses sama sekali. Server tidak bisa booting dan Corrupt, selidik punya selidik, Group RAID-5 HDD server anda tidak hanya mengalami satu HDD failure akan tetapi mengalami kerusakan HDD yang lain.

Gambar-1 (Ilustrasi 2 unit HDD rusak)

Gambar-1 (Ilustrasi 2 unit HDD rusak)

Gambar-3 (Contoh log dalam keadaan nyata, dua HDD rusak)

Gambar-3 (Contoh log dalam keadaan nyata, dua HDD rusak)

Kejadian ini sering kita sebut dengan ungkapan “Sh*t Happens”, kejadian yang hanya dapat terjadi dalam skala 1:100 tapi tetap mungkin terjadi!. “Mencegah lebih baik daripada mengobati” mungkin pepatah ini bisa kita implementasikan juga didunia IT, kali ini pepatah tersebut kita akan coba diserver khususnya dalam kinerja RAID Hardisk.

Gambar-4 (Ilustrasi Penambahan Online HDD)

Gambar-4 (Ilustrasi Penambahan Online HDD)

Setelah kejadian ini tim infrastruktur segera menggelar rapat untuk menyingkapi permasalahan tersebut. Dari rapat didapatkan suatu rencana perbaikan dengan menambahkan satu HDD sebagai online HDD atau sering kita dengar dengan sebutan HDD spare, Online HDD ini akan menggantikan HDD yang failure sampai dengan HDD yang rusak tersebut diganti dengan yang baru. Proses usulan perbaikan ini tidak boleh merestart atau menshutdown server dilingkungan production.

Kali ini kita akan belajar untuk menambahkan satu HDD sebagai online spare tatkala server mengalami kejadian satu HDD failure. Dari pengalaman penulis, semua principal HW server memiliki kemampuan untuk menambahkan HDD secara “on the fly” untuk dijadikan online HDD. Kebetulan server yang dijadikan referensinya adalah HP. Kita akan menambahkan online HDD dengan bantuan tools “HP Array Configuration Utility CLI”. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

  • Ketikan hpacucli pada console
Gambar-5 (Pengecekan meggunakan perintah hpacucli)

Gambar-5 (Pengecekan meggunakan perintah hpacucli)

  • Ketikan ctrl all show config, dengan perintah ini kita dapat mengetahui bahwa konfigurasi dasar logical drive server kita menggunakan RAID-5.
Gambar-6 (informasi dasar konfigurasi RAID)

Gambar-6 (informasi dasar konfigurasi RAID)

  • Tambahkan HDD baru pada server , sehingga jika kita ketikan ctrl all show config, akan muncul device baru yang belum dialokasikan, terlihat pada gambar 7
3.add new hdd

Gambar-7 (Penambahan HDD baru)

  • Dengan perintah ctrl slot=0 array A add spares=2I:1:5, kita menambahkan HDD yang baru , terletak pada port 2I box 1 dan bay 6 kedalam raid controller slot 0  array A (ilustrasi gambar-8)
Gambar-8 (Perintah pengalokasian HDD baru menjadi Online HDD)

Gambar-8 (Perintah pengalokasian HDD baru menjadi Online HDD)

  • Jika perintah yang dimasukkan benar, maka ketika kita ketikan perintah ctrl all show config, maka HDD yang baru telah dialokasikan menjadi online HDD atau spare, seperti terlihat pada gambar-9
5. spare sudah terpasang

Gambar-9 (HDD yang baru telah dialokasikan menjadi online HDD atau spare)

  • Langkah selanjutnya adalah opsional, hanya untuk memastikan bahwa online HDD yang kita alokasikan bekerja sesuai dengan harapan, pada kasus ini saya mencabut salah satu HDD pada port 1I, box 1 di bay 4, terlihat di gambar 10 HDD yang saya cabut statusnya berubah menjadi Failed, dan online HDD berubah statusnya menjadi Active spare dengan status Rebuilding.
Gambar-10 (Pengujian)

Gambar-10 (Pengujian)

  • Pada gambar 11 terlihat ilustrasi penggantian HDD rusak dengan yang baru, jika konfigurasi benar HDD yang baru akan melakukan proses Rebuilding menggantikan online HDD.
8. rebuilding kedua

Gambar-11 (Ilustrasi penggantian HDD rusak)

  • Setelah HDD baru selesai melakukan Rebuild, Online HDD akan kembali kedalam status awalnya
5. spare sudah terpasang

Gambar-12(HDD baru telah telah selesai melakukan rebuild dan onlie HDD kembali ke status awal)

Tapi perlu dipertimbangkan bahwa usulan penambahan online HDD berikut tidak serta merta merupakan solusi yang paling baik, anda juga perlu mempertimbangan dari sudut pandang yang lain (Silahkan mengacu pada referensi 3 sebagai bahan acuan),dan pilihan ada ditangan anda. Sekian pengalaman dari saya mudah-mudahan tulisan ini dapat bermanfaat.

 
Ref:
1. http://www.hp.com
2. http://en.wikipedia.org/wiki/RAID
3. http://blog.open-e.com/why-a-hot-spare-hard-disk-is-a-bad-idea/
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: