Skip to content

Belajar mempergunakan HP Integrated Lights-Out (iLO)

Suatu ketika disebuah kantor bernama PT Melati (bukan nama sebenarnya) seorang Bos iseng bertanya ke staff IT-nya:

Bos-X : Wing kantor kita mau buat DRC baru nih ..
Iwing : oke pak terus?
Bos-X : Gue penasaran kalau mau remote server di DRC bisa pake apa aja?
Iwing : Kalau OSnya support bisa pake RDP, Telnet, SSH, VNC dll pak (dengan pede menjawab).
Bos-X : Nah kalau OS nya BSOD/Kernel panic gimana aksesnya ….
Iwing : (sigh tulalit..tulalit..tulalit…)
Bos-X : Gimana ayo …
Iwing : Minta cek fisik atau force restart pakai orang DRC Pak (ngeles)
Bos-X : dibeberapa provider DC hal tersebut ada invoice nya tau, sekali pencet lima ratus ribu.
Iwing : Cius pak 500 ribu sekali pencet ….mmmm….ask the audience dulu kalau begitu pak…

Nah dialog diantas mungkin bisa terjadi distaff IT manapun, Kali ini saya berbagi sedikit pengalaman untuk mengatasi pertanyan Bos-X diatas. Salah satu solusi untuk kasus diatas adalah kita menggunakan iLO (studi kasus server HP-Proliant).

HP Integrated Lights-Out (iLO) merupakan salah satu fitur remote management processor yang terintegrasi dan tersedia hampir pada semua Server Proliant dan Blade Server milik HP. iLO memungkinkan kita untuk mengelola server dari jarak jauh/remote, iLO bekerja pada level/tingkat hardware karena itu kita juga dapat mengetahui informasi hardware dari server yang kita miliki seperti Perputaran rpm fans, temperature, kondisi power, processor, memmory, NIC information, drivers) dll. Selain itu kita dapat memiliki akses keserver bahkan ketika operating system crashed/OS belum terinstall/ bahkan ketika server dalam keadaan mati (power-off). Selain itu kita dapat mengumpulkan log/event jika terjadi permasalahan dilevel hardware dan jika ada masalah dengan OS, iLo juga memiliki kemampuan untuk ngedump lewat tombol NMI crush dump.

(Gambar-1) Tampilan Login iLO

(Gambar-1) Tampilan Login iLO

Perlu diingat iLo menggunakan port tersendiri sedangkan user dan password default  tertulis diinformation board yang biasanya tertempel dichasis server. Direkomendasikan agar membuat user dengan privilege admin yang lain, selain itu direkomendasikan agar IP address iLO berbeda subnet dengan subnet data production (bisa menggunakan subnet backdoor misalnya).

(Gambar-2) Overview iLo

(Gambar-2) Overview iLO

(Gambar-3) System Information

(Gambar-3) System Information

Dari Gambar-3 diatas kita bisa melihat secara ringkas kondisi hardware server yang kita miliki, dari gambar tersebut kita bisa melihat bahwa ada error dibagian network yang menyatakan bahwa link sedang down.

(Gambar-4) Fans Informations

(Gambar-4) Fans Information

Pada Gambar-4 kita bisa melihat kecepatan dari perputaran fans dari server kita, dari gambar terlihat bahwa perputaran fans rata-rata menunjukan angka 39% kondisi ini sepertinya wajar, apabila kita melihat perputaran fans berkisar diantara 70% s/d 100% berarti ada sesuatu yang mengakibatkan fans bekerja dengan maksimal hal tersebut dapat diakibatkan faktor dari luar seperti suhu ruangan yang meningkat atau faktor internal seperti suhu memory/processor yang meningkat atau faktor lain seperti salah satu fan mati/tidak bekerja.

(Gambar-5) Temperature Informations

(Gambar-5) Temperature Information

(Gambar-7) Processor Information

(Gambar-7) Processor Information

(Gambar-8) Memory Information

(Gambar-8) Memory Information

(Gambar-9) Network Informations

(Gambar-9) Network Information

(Gambar-10) Local Storage Information

(Gambar-10) Local Storage Information

(Gambar-11) Logical Local Storage Information

(Gambar-11) Logical Local Storage Information

Jika ada kerusakan processor/memory/fans/hdd kita bisa dengan cepat mengetahuinya tanpa harus site visit terlebih dahulu.

(Gambar-12) Firmware Informations

(Gambar-12) Firmware Information

(Gambar-13) Eventlog Information

(Gambar-13) Eventlog Information

(Gambar-14) Diagnostic Information

(Gambar-14) Diagnostic Information

Gambar 14 menunjukan fitur diagnostic, fitur ini digunakan untuk mengetes/mendiagnostic jikalau ada kemungkinan kerusakan hardware yang belum kita ketahui, hati-hati pada subfitur ini karena terdapat virtual NMI button jika kita tidak sengaja menekan tombol ini maka OS akan freeze dan memaksa untuk ngedump.

(Gambar 15) RDP

(Gambar 15) RDP

Nah fitur pada gambar 15 merupakan fitur yang dijadikan salah satu solusi pertanyaan yang diajukan oleh bos Iwing pada dialog diatas, sayangnya fitur ini tidak secara default aktif ketika membeli server, fitur ini baru bisa aktif ketika kita sudah membeli license terlebih dahulu. Perlu diingat fitur ini juga ada kemampuan untuk me-reset/force shutdown secara virtual, maka hati-hatilah ketikan menggunakan fitur tersebut.

(Gambar-16) Vitual Power Buttons

(Gambar-16) Vitual Power Buttons

Tak ada gading yang tak retak atau tepatnya bagaikan pisau bermata dua, beberapa fitur memang sangat membantu atau bahkan bisa merugikan tergantung siapa yang mempergunakannya. iLO memiliki fitur virtual buttons bisa mereset/menshutdown/power-on dari jarak jauh/remote seperti terlihat pada Gambar-16.

(Gambar-17) Power Information

(Gambar-17) Power Information

19. Access Setting

(Gambar-18) Access Setting

Pada Gambar-18 kita bisa mengatur perilaku access kita ke iLO.

Sekian sedikit pengalaman dari saya mudah-mudahan dapat bermanfaat, sekali lagi iLO merupakan fitur optional bisa sangat bermanfaat  jika dipergunakan dengan baik dan benar, Selain itu jika kantor kita ada dana lebih iLO bisa dintegrasikan dengan SIM server (bisa dilihat disini K.B nya). Terima Kasih

6 Comments leave one →
  1. 5 November 2015 1:27 PM

    btw ini pak erwin yah? kata kata nya mirip dengan pebimbing magang saya :v

  2. Arif Faisal permalink
    20 April 2016 10:43 AM

    punten pak. apa bisa ip untuk mengakses iLO dibedakan dengan ip static untuk webserver? karena saya menggunakan server hp terebut sebagai webserver. haturnuhun.

    • 20 April 2016 1:01 PM

      Dh,

      Pak Arif,
      Bisa Pak, IP Untuk ILO out of the band saja, jadi berbeda dengan IP Address Production.

  3. Gerry permalink
    23 May 2016 2:51 AM

    Pak Iwing,
    terima kasih atas pencerahannya.
    Tapi kalau saya lihat di fitur HP ILO, ada beberapa license seperti;
    1. HP Insight Control
    2. HP iLO Scale-Out
    3. HP ILO Essentials
    4. HP iLO Advanced

    Nah, untuk fitur2 yang Pak Iwing jelaskan di atas, kira2 license yang diperlukan yang mana ya?

    satu lagi, kalau ip yang digunakan berbeda antara iLO dan server, apakah artinya kita harus siapkan 2 LAN card yang berbeda?

    Terima kasih sebelumnya.

    Salam.

    • 23 May 2016 4:29 AM

      Hello Pak Gerry,

      Kebetulan kami pakai license HP iLO Advanced. iLO bawaan sudah bisa digunakan pada penjelasan saya diatas (kecuali pada fitur/ gambar-15). iLO v3 keatas sudah ada management (port) sendiri terpisah dengan LAN Card.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: