Skip to content

Pengalaman Perpanjangan SURAT IZIN MENGEMUDI

Pengalaman Perpanjangan SURAT IZIN MENGEMUDI(Driving License)
Di Oullet SIM BTC-Pasteur

Bandung 3-02-2010

Pagi ini ketika aku sedang menonton suatu acara kriminal di salah satu televisi swasta, aku dikejutkan dengan adanya ulah geng motor yang meresahkan lagi. Sudah kesekian kali geng motor ini meresahkan warga, apa yang mereka inginkan pikirku ? selang beberapa menit dari lamunanku itu, dengan refleks aku mengambil dompetku dan mengambil SIM ku, tak sengaja aku melihat tulisan

Berlaku s/d : 19-12-2009

APA !!!! SIM ku tanpa kusadari telah kadaluarsa, tak tanggung-tanggung sudah hampir satu bulan setengah lamanya. Pasti kena denda pikirku, tak lama berselang aku pun bergegas mempersiapkan diri untuk memperpanjang simku ini, setelah siap akan pergi, aku berpapasan dengan uwa ku, dia pun bertanya “mau kemana ri ?”, mau ke jalan jawa perpanjang SIM ujar ku, setelah chit-chat dikit uwa ku ini merekomendasikan
memperpanjang SIM di Outlet BTC-Pasteur, karena sepupuku yang kerja diJakarta memperpanjang SIM nya disana juga. Mmmmmm……. di BTC Pasteur, sepanjang jalan aku sedikit berimajinasi kalau aku ke jalan jawa sudah terbayangkan kantor polisi yang garang, meja-meja antrian, dan kursi-kursi tunggu pemohon, bonus kepulan asap-asap rokok dari penonton ditambah dengan dorprize calo-calo yang hilir mudik sana-kemari, tapi kalau BTC kan mall, berhubung mall pasti bonus kepulan asap bisa diminimalisir dan juga jaraknya hanya 10 menit dari rumah, sedangkan tempatnya saya tidak tahu sama sekali. Ternyata di BTC tempatnya ada di ground flour. Aku datang di tkp (tempat kejadian perkara) pukul 13:30, sempat kecewa karena Rolling door Outlet SIM tertutup dan ada pengumuman tertempel disana bertuliskan “Sedang Istirahat sampai dengan pukul 14:00″ Alamak, Terbayang Pelayanan Publik diIndonesia yang pernah saya alami selalu berujung dengan kekecewaan. Tapi tunggu……Kali ini lain ceritanya….eng-ing-eng

Ketika pukul 14:00 Outlet sim dibuka, ini lah perjalananku memperpanjang SIM dimulai :

1.Aku daftar
2.Aku dipanggil
3.Aku Menjalani Tes Kesehatan
4.Aku mengisi Formulir dan Asuransi Kecelakaan
5.Data ku di entry petugas
6.Aku dapat panggilan Pemotretan dan validasi data
7.Sim ku dicetak dan pengambilan resi Asuransi
8.Dan akhirnya aku bisa pulang

wow cepat sekali ya hihihi…..tapi itu hanya teorinya bung, mau tau detailnya ini dia:

Start 14:00

1.Waktu aku datang banyak sekali calon pemohon SIM yang sedang menunggu
2.Jadwal antrian ditulis manual disamping pintu outlet (first come firs serve)
3.Setelah itu Petugas memanggil nama-nama antrian pemohon
(pada saat ini kericuhan mulai terlihat dan ketidaknyamanan mulai terbentuk)
4.Pemohon ada sekitar 150-an, saya terdaftar pada no urut 67 dan pemohon yang dilayani baru nomor 47
5.Petugas yang melayani Pemohon hanya ada 6-7 orang (1 cewe sisanya vijay kumar semua hihihi…..)
6.Ruangan berukuran kurang lebih 5X10 meter, terdiri dari front,(ruang kesehatan,ruang asuransi,ruang pengisian formulir)
(ruang tunggu,ruang entry data dan 2 ruang pemotretan) kebayang ga tuh….
7.Karena Antrian ricuh, Pemanggilan Pemohon menjadi amburadul….
8.Belum lagi antrian yang kacau karena pemohon lupa akan syarat-sayat administrasi
(syaratnya hanya 1 foto copy KTP dan 1 buah SIM asli) tapi banyak orang yang tidak
tahu mengenai hal ini.
9.Walaupun ada Loudspeaker Pemanggilan Pemohon dilakukan secara manual auooooo…..
10.Nama pemohon yang disebut dan tidak terlihat batang hidungnya segera diblack-list “lho”
just kidding, santai hanya diskip ko…..tapi tanggung aja resikonya sendiri,
11.Karena pemohon diatas ku banya yang mangkir, akhirnya namaku dengan lantang diucapkan
oleh petugas
12.setelah itu aku mengantri di jajaran ruangan kesehatan (tidak lupa membawa syarat administrasi tentunya)
13.Diruangan kesehatan seperti biasa dicek secara standar dan hanya berupa obrolan
bukan pemeriksaan layaknya diklinik. Seperti orang yang tanya jawab :

“petugas:Nama
gue:harry
Petugas:Alamat
gue:bla-bla-bla
Petugas : Berat
gue :bla-bla

bla-bla-and bla skip-skip-skip golongan darah o”

jepret2 bunyi paper clip, silahkan tunggu panggilan berikutnya.

14. Panggilan apa ?
15. Saya bingung…., akhirnya saya nunggu lagi di bangku diluar outlet
16. Setelah lama menunggu akhirnya nama saya dipanggil “Saudara Harry Rakhmat H”
17. Saya diberikan Formulir seabrek “Tolong isi diruang formulir”, biayanya Rp. 115.000,-
(Seratus Lima belas ribu rupiah), tidak ada denda pak ujar ku, Tidak ada ujar Petugas.
Oh ya Rp 115.000 itu terdiri dari Administrasi bank Rp. 60.000,- Asuransi Rp. 30.000,- dan sisanya
saya lupa)
18. Saya mengisi formulir seabreg (Terdiri dari biodata pemohon dan asuransi kecelakaan)
(kericuhan ada juga disini, dari pemohon yang tidak kebagian meja, tidak ada pulpen dan yang fatal
kesalahan pengisian data, karena hal ini menjadi tidak sah, ini yang berbahaya)
19.Setelah selesai mengisi formulir, formulir diserahkan ke petugas pengisi entry data
20. saya menunggu diruang tunggu , sambil membaca koran dan sesekali melihat layar televisi
(ruanga ber-AC, bebas rokok,bebas calo,bangku ada 3 buah x 3 baris, tv layar lebar tapi banyak semutnya,
free internet dari sponsor yang tidak berfungsi) dan sesekali terdengar sahutan petugas yang mengingatkan
pemohom agar membawa kertas yang ditanda-tangani di front office.
21.lumayan lama menunggu, akhirnya sesi Pemotretan terjadi, diselingi pertanyaan validasi
data dari petugas.
22.Dan akhirnya SIM ku bisa dipergunakan kembali

Finish 16:30 (Durasi 2 Jam 30 Menit Plus nunggu 30 menit)

Hari ini agak sedikit bangga dengan pelayanan Publik dikepolisian, walaupun kisahnya seperti diatas, hal ini kontras dengan apa yang saya alami ketika pada tahun 2004 saya sangat amat kecewa pada pelayanan publik dijalan jawa. Semoga kinerja Pelayanan publik di Indonesia Semakin Baik. “Bravo Indonesia” Sampai Jumpa di 19-12-2015 (kali aja nanti sim ku jadi sim A “Amien”)

3 Comments leave one →
  1. 4 February 2010 2:27 AM

    wuih, mantep kang iwing… 3jam.. nunggu,.. jadi bahan referensi neh buat ntar kalo mw perpanjangan SIM,. biar dah siap fisik dan mental,, hahah

  2. 29 January 2011 2:31 AM

    Mas, mau nanya… kalo orang luar Pulau… yang dah menetap di bandung… tapi sim nya dulu di buat di luar pulau… bisa ga perpanjang juga di Outlet BTC itu ??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 26 other followers

%d bloggers like this: